POTRET KERUKUNAN BERAGAMA
Ketika berkunjung ke sebuah
desa kecil Bunga Bondar di Kecamatan Sipirok Tapanuli Selatan saya sangat
tertarik melihat sebuah spanduk yang bertuliskan Damai itu Indah.
Bunyi tulisan pada spanduk
tersebut sebenarnya pernah saya temukan di beberapa kota di Provinsi Nanggroe
Aceh Darussalam (NAD) bahkan sampai sekarang masih mudah kita temukan baik
dalam bentuk baliho maupun brosur.
Namun apabila saya cermati
dari cara penyampaian pesan yang tertulis pada spanduk tersebut memiliki makna
yang berbeda. Kalau di Desa Bunga Bondar Kecamatan Sipirok Tapanuli Selatan
sejak awal warganya benar-benar dapat menikmati hidup damai, saling
berdampingan dengan sesama pemeluk agama yang berbeda.
Sedangkan di Provinsi Aceh
makna damai baru dapat mereka rasakan setelah melalui konflik bersenjata
berkepanjangan yang membuat warganya takut dan trauma. Desa Bunga
Bondar sebagai salah satu desa yang berada di Kecamatan Sipirok, pada tahun
2010 memiliki jumlah penduduk lebih kurang 400 jiwa yang terdiri dari 320 orang
penganut agama Islam dan 80 orang penganut agama Kristen, sedangkan penganut
agama Hindu dan Budha tidak ada di desa ini.
